NDX A.K.A merupakan duo yang dibentuk oleh Yonanda Frisna Damara (22) dan Fajar Ari alias PJR (23) keduanya merupakan pemuda asli Imogiri, Bantul, Jogjakarta. Sejumlah single ciptaan mereka seperti Sayang, Kelingan Mantan, Bojoku Ketikung, Tewas Tertimbun Masa Lalu, dan Terminal Giwangan nge-hits saat dibawakan oleh Orkes Melayu. Yang paling populer adalah Sayang yang dinyanyikan oleh Via Vallen.

Karir NDX A.K.A naik tajam usai mereka tampil di Festival Kesenian Yogyakarta pada tahun 2016 lalu. Siapa yang menyangka duo pemuda yang bermula dari kuli dan jukir ini dinantikan oleh ribuan penonton dalam acara tersebut.

Dilansir dari Brilio.net, baik Nanda atau PJR menjelaskan asal-usul mereka dan ide mereka membuat lagu. “Sejak kecil (pertemanan NDX) sudah terbentuk. Karena kita masih saudara dan rumah kami juga berdekatan,” ungkap Nanda.

Sementara itu Nanda juga mengungkapkan bahwa kegemarannya menulis lagu dimulai sejak di bangku SMP. “Sejak SMP iseng bikin lagu dan jalan sendiri tampil di pensi tapi kok sepi. Saya akhirnya mengajak PJR di tahun 2011 hingga sekarang,” imbuh pemuda berusia 22 tahun ini.

Lagu-lagu NDX yang berciri khas menggunakan bahasa Jawa dan Rap ini rupanya diciptakan oleh Nanda, dibantu dengan Mas Andy Bendol dari Crazy Gila Production. Bisa dibilang single mereka penuh dengan kearifan lokal karena memang terinspirasi dari pengalaman pribadi atau curhatan teman.

“Kami mencoba membuat ciri khas sebagai orang Jawa. Kami juga ingin seperti idola kami, Jogja Hip Hop Foundation yang bisa membawa Bahasa Jawa sampai kancah internasional,” ungkap Nanda saat ditanya soal lirik lagu-lagu yang diciptakannya.